Feed on
Posts
comments

Archive for October, 2008

(Posting: Repelita, September 08. Chrisna Permana - Pengamat Ekonomi Perkotaan)
Prakata,
Hampir satu semester tahun ini saya dibuat merinding jika membaca lembaran the straits, newyork times, bisnis indonesia, lou velle hingga saudi’s daily. Ya! alam pikir sensitif saya kemudian bertanya2… ada apa gerangan dengan dunia? Bukan lagi seperti tahun 2004 dengan tsunami, kekeringan dan badai, atau bukan [...]

Read Full Post »

“Jika tuan pernah singgah di tanah Riau Daratan, perkenankanlah saya bertanya pada tuan, apa yg tuan ingat dan dirasa paling berkesan….?”
Saya iseng bersimulasi utk menanyakan pada kolega, sanak kerabat, dan kawan. Kebanyakan mereka seringkali menjawab, “Banyak hutan kelapa sawit (terutama di Rokan Ulu), banyak sungai besar (terutama sungai Siak), banyak kapal industri yang megah (terutama [...]

Read Full Post »

Muntok, September 2006.

Kami menyebutnya “kota mati”. Entah knapa, bukan lantaran tidak ada tanda kehidupan, atau gelap gulita di sana. Namun krn memang auranya sangat tidak biasa. Dipikir2, kami merasa ini jauh berbeda dengan ketika kami tiba di Pangkal Pinang, dan Sungailiat (dua kota terbesar di Pulau Bangka) selama lawatan 3 hari kami di Pulau Bangka. [...]

Read Full Post »

Jalan Tol Musuh atau Kawan Petani…?

JALAN TOL MUSUH ATAU KAWAN PETANI
(Oleh:  Chrisna Permana - Pengamat Ekonomi Perkotaan, Urban Regional Development Institute, Posting Jurnal Nasional Juni 2008)
Permasalahan pertanian di Indonesia, selain masalah kebijakan, dan efek persaingan global juga diperparah oleh pembangunan fisik yang lebih bersifat “stimulative structural reform”. Yang mana Indonesia di era modern ini, pembangunan fisik justru lebih berpihak [...]

Read Full Post »

Kedelai dan Kebijakan Pertanian Kita

KEDELAI DAN KEBIJAKAN PERTANIAN KITA

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Ketika kita masih SD, kita selalu diajari guru kita bahwa negara kita adalah negara agraris. Alasannya, sebagian besar rakyat kita menggantungkan hidup pada pertanian. Kita diajari juga bahwa negara kita adalah negara bahari. Alasannya, sebagian besar wilayah negara kita adalah laut. Luas daratan lebih kecil dibanding luas lautnya. [...]

Read Full Post »

Laki-laki angkuh itu akhirnya kalah… Prolog

Salam Kalah.
Laki-laki angkuh akhirnya kalah… Kalah oleh ketabahan, kesabaran, keluguan dan kasih sayang yang dibalut oleh keikhlasan dan ketulusan seorang perempuan. Yang berani berjudi dengan segala kemungkinan. Apakah dia akan dicintai atau justru dicampakkan. Padahal ia tau bahwa laki-laki angkuh ini kelinci jantan…
Lelaki angkuh akhirnya tidak tega dan mengiba, hingga akhirnya terbiasa untuk berpikir laksana [...]

Read Full Post »